Cara Budidaya Ikan Bandeng

Bandeng adalah jenis ikan yang cukup digemari oleh banyak orang. Ada banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi pilihan masyarakat untuk dapat mengonsumsi jenis ikan yang satu ini. Mulai dari dagingnya yang enak dan terasa lembut, rasanya yang cukup lezat, hingga faktor lainnya seperti kebudayaan dan status sosial. Sebagian masyarakat indonesia juga masih percaya bahwa mengkonsumsi ikan ini akan melambangkan sebuah status sosial yang ada di lingkungannya.

Sayang, tingginya minat dari konsumen terhadap jenis ikan bandeng tersebut, belum diimbangi juga dengan produksi dan produktivitas yang juga cukup tinggi dari ikan bandeng. Oleh karena itu dibutuhkan berbagai upaya, mulai dari efektifitas dari hasil budidaya ikan bandeng hingga dengan dengan ekstensifikasi.

Cara Budidaya Ikan Bandeng

Usaha budidaya ikan bandeng termasuk ke dalam teknologi terapan yang memang harus terus diupayakan oleh masyarakat. Salah satu teknologi terapan yang ada di dalam budidaya ikan bandeng adalah pemanfaatan mikroba sebagai salah satu probiotik untuk meningkatkan daya hidup dan juga bobot bandeng itu sendiri.
Berikut ini Beberapa Tips Budidaya ikan bandeng, untuk dapat menaikkan produktivitasnya.

Persiapan Kolam / Tambak Ikan Bandeng

Untuk Persiapan kolam atau pun juga tambak ikan bandeng meliputi berbagai kegiatan seperti : pengangkatan endapan lumpur, pengeringan, pengapuran, pemupukan hingga tahap pengisian air pra tebar. Pengangkatan endapan lumpur yang dilakukan pada kolam ataupun juga tambak ikan bandeng adalah langkah pertama yang harus dilakukan.

Endapan lumpur dari sisa-sisa budidaya ikan bandeng periode sebelumnya biasanya akan terkumpul di tengah kolam atau pun akan terkumpul di dekat saluran pengeluaran (pintu air). Endapan ini nantinya banyak mengandung bahan organik dari berbagai sisa pakan yang tidak dicerna dan juga kotoran seperti feses, kulit ikan dan juga sisa sekresi lainnya serta gas beracun seperti halnya asam sulfida. Endapan lumpur ini nantinya harus dibuang agar tidak mengganggu pertumbuhan dari ikan terutama benih usia muda.

Pengeringan tambak yang dilakukan pada budidaya ikan bandeng. Setelah endapan lumpurnya kemudian bersih, maka kolam ataupun juga tambak ikan bandeng selanjutnya perlu dikeringkan. Hal tersebut dilakukan agar sisa-sisa gas beracun yang ada di dasar kolam dapat menguap. Lamanya sebuah pengeringan sangat tergantung pada kondisi dan juga cuaca serta kondisi tanah, biasanya waktu yang diperlukan antara 2 – 3 minggu.

Pengapuran pada tambak ikan Bandeng dilakukan untuk menaikkan kadar pH tanah.
Kapur yang juga akan digunakan bukan sembarang kapur. Tapi kapur pertanian (CaCO₃) yang berfungsi untuk dapat menaikkan pH tanah, pengendalian untuk hama penyakit dan juga dapat mempercepat proses penguraian dari bahan organik. Kebutuhan kapur yang nantinya akan digunakan sangat tergantung pada kondisi dan juga kadar pH tanahnya.

Pemupukan untuk dapat meningkatkan pakan alami untuk budidaya ikan bandeng. Pemberian pupuk kandang bisanya pupuk yang telah difermentasi dengan sempurna. Pupuk juga akan sangat membantu pertumbuhan phytoplankton sebagai pakan alami untuk nener dan juga ikan bandeng muda. Pada tahap ini juga nantinya kolam atau tambak perlu disemprot dengan GDM Black BOS dengan takaran sekitar 5 Kg/Hektar. Fungsi dari adanya penyemprotan GDM Black BOS ini adalah cara untuk mempercepat proses penguraian bahan-bahan organik, menetralisir racun dan kandungan logam berat serta pengendalian penyakit yang nantinya bisa berasal dari tanah.

Pengisian Air Pra Tebar Pada Tambak Ikan Bandeng

Pengisian air pra tebar yang akan dilakukan sebanyak 2 kali :
Setelah aplikasi GDM Black BOS, kolam akan kemudian diisi air setinggi ± 30 Cm dan akan didiamkan selama 5 hari. Itu semua dilakukan dengan tujuan untuk dapat menumbuhkan phytoplankton dan juga klekap sebagai pakan alami untuk nener dan juga bandeng muda.

Setelah 5 hari kolam kemudian akan diisi air kembali sampai setinggi 90 – 100 Cm dan akan disemprot Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Tambak dengan menggunakan dosis 6 Liter/Hektar. Penyemprotan SOC GDM ini ditujukan untuk dapat meningkatkan dan juga untuk menjaga kualitas dari air kolam. Kondisi ini nantinya akan dilakukan selama 5 hari sebelum tebar benih ikan ataupun juga (nener).

Pemilihan dan penebaran benih ikan bandeng (nener)

Benih ikan ataupun juga (nener) pada saat ini telah banyak dijual di berbagai pusat-pusat pembenihan ikan seperti halnya di Balai Benih Ikan atau Hatchery. Pilih benih ikan ataupun juga (nener) yang memang sehat dan ukurannya yang seragam. Ukuran benih ikan (nener yang nantinya siap dipelihara di kolam pembesaran yaitu 3 – 5 gram/ekor. Faktor-faktor yang nantinya harus diperhatikan dalam serta tebar benih ikan (nener) ini yaitu :

Padat tebar.

Kepadatan benih ikan atau (nener) yang nantinya akan ditebar dapat disesuaikan dengan metode dan juga pemeliharaan yang ada di kolam pembesaran. Padat tebar yang ada pada kolam dengan metode tradisional yang nantinya disempurnakan sekitar 2 – 3 ekor/M². Lama pemeliharaan yang ada pada kolam ini sampai dengan ikan dengan ukuran konsumsi yaitu sekitar 4 bulan.

Waktu penebaran

Waktu penebaran benih ikan atau nener yang yang cukup ideal dilakukan adalah pada pagi buta sampai dengan pukul 07.30. Atau untuk sore hari yaitu antara pukul 16.00 – 18.00. Kondisi air pada saat itu dengan fluktuasi suhu, parameter air dan juga lingkungan cukup stabil.

Aklimatisasi

Aklimatisasi adalah sebuah proses penyesuaian yang dilakukan antara benih ikan (nener) dengan lingkungan barunya di kolam pembesaran. Aklimatisasi ini akan dilakukan secara perlahan agar benih ikan (nener) nantinya tidak shock dan stress yang pada akhirnya mengakibatkan kematian dari benih ikan (nener).

Perawatan di kolam pembesaran di tambak ikan bandeng

Perawatan yang nantinya di lakukan di kolam pembesaran, yaitu meliputi pemberian pakan dan probiotik, monitoring pertumbuhan ikan bandeng, serta perawatan kolam.

Pemberian pakan dan juga probiotik ikan bandeng

Pertumbuhan ikan akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang diberikan. baik pakan alami maupun juga jenis pakan buatan/pellet. Kelebihan dalam pemberian pakan untuk (buatan) akan dapat menyebabkan penumpukan bahan organik dan juga akan menurunkan kualitas air.

Sebaliknya kekurangan pakan di kolam akan menyebabkan pertumbuhan ikan nantinya tidak optimal. Ikan juga akan rentan terserang penyakit. Pakan buatan yang berbentuk pellet dengan ukuran dan juga kandungan nutrisi yang berbeda-beda sesuai dengan ukuran atau (size) dan juga kebutuhan ikan.

Demikian itulah beberapa cara dan langkah-langkah yang harus dilakukan jika anda ingin melakukan budidaya ikan Bandeng. Ikan bandeng adalah ikan yang memiliki banyak penggemar, jadi membudidayakan ikan bandeng akan menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Namun perlu untuk diingat juga, ikan yang dihasilkan harus bagus dan juga sehat. semoga artikel ini dapat berguna untuk anda dalam berbudidaya ikan bandeng. Selamat Mencoba!