bookmark_borderJenis Bidang Usaha perikanan dan Cara pembudidayaan Rumput Laut

Selain adanya Ikan di dalam dunia Perairan, nyatanya terdapat juga Rumput Laut yang kaya akan nutrisi di dalamnya. Memang dalam bidang sektor kelautan dan juga perikanan, kalian akan mampu menemukan banyak sekali berbagai macam hal yang bisa diketahui di dalam laut itu sendiri. Banyak diantara kalian hanya tahu keberadaan dari Ikan-Ikan yang ada dan juga Rumput laut dalam bentuk kemasan saja bukan ? tapi apa kalian tahu dari adanya Ikan-Ikan ini masih masuk ke dalam berbagai macam jenis bidang lainnya ? dan apa kalian juga tahu atau paham bagaimana cara dalam merawat rumput laut itu sendiri ? 

Dari kehadiran Jenis Bidang dalam dunia Ikan sendiri, sudah pasti memiliki ciri karakteristik operasional produksi yang berbeda-beda. Tentu saja karakteristik ini akan berpengaruh secara langsung terhadap kemunculan dari Jenis Biaya yang memang sudah cukup banyak daftar s128. Dimana, cakupan biaya itu sudah masuk ke dalam pengadaan media usaha dan peralatan hingga adanya transportasi dengan bantuan dari teknik pemasaran yang ada. Lalu bagaimana dengan Rumput laut itu sendiri ? apakah masih tersedia banyak jika tidak dibudidayakan dengan baik ? nah semuanya akan kami bahas pada artikel yang ada di bawah ! 

Jenis-Jenis Bidang Usaha Perikanan 

Berdasarkan dari bentuk sifatnya sendiri, maka umumnya kalian bisa membedakan Bidang Usaha Perikanan ini menjadi 3 bagian ( Ketetapan Biaya, Investasi Biaya , dan Variabel Biaya ). Di bawah ini akan kami uraikan lebih dahulu mengenai keberagaman dari jenis bidang usaha perikanan ini sendiri. 

  1. Jenis Usaha perikanan Tangkap 

Usaha perikanan tangkap sendiri menjadi kegiatan bisnis yang memang langsung saja berfokuskan pada produksi ikan dengan melalui cara penangkapan ikan yang berasalkan dari Sungai – Danau – Waduk maupun Rawa hingga di laut lepas sekalipun akan mampu dilakukan. Hal ini sendiri bisa kalian lihat dari bidang usaha yang telah dijalankan oleh Nelayan atau warga yang memang memiliki rumah di wilayah pesisir pantai, maupun mereka yang memang tinggal di dekat perairan darat. Nah contoh usaha dari perikanan tangkap ini antara lain adalah : Penangkapan untuk Ikan Sarden, Ikan Tuna dan Ikan Bawah laut lainnya menggunakan peralatan penangkapan ikan sampai dengan perahu sebagai media transportasinya. 

  1. Jenis Usaha Perikanan Budidaya  – Akuakultur 

Untuk bidang usaha ini sendiri, memang telah memiliki tujuan untuk bisa memproduksi langsung ikan yang ada di dalam sebuah wadah atau dalam sebuah tempat tertentu yang dirasa cocok dan pas dengan ikannya. Kondisi dari pembudidayaan ini juga telah terkontrol dan sudah berorientasi pada keuntungan. Contoh untuk usaha perikanan budidaya ini antara lain adalah Ikan Lele, lalu budidaya Ikan Nila dan Gurame, adapun Ikan Patin dan Ikan Mas masuk ke dalam list budidaya yang ada. Untuk jenis yang satu ini dirasa sangat terjangkau, cukup kalian kembangkan saja bibit yang ada. 

  1. Jenis Usaha Perikanan Pengelolaan 

Mengenai jenis yang satu ini, maka tujuan utamanya sendiri bisa meningkatkan nilai tambah yang sudah dimiliki oleh adanya produk perikanan tersebut. entah itu semua berasal dari bidang usaha perikanan budidaya atau dari perikanan tangkap sekalipun. Lalu untuk kegiatan usaha yang satu ini juga memiliki tujuan lainnya untuk bisa mendekatkan produk perikanan ke pasar dengan adanya harapan bisa diterima para konsumen dari lingkungan yang jauh lebih luas lagi nantinya. Contoh yang ada seperti : pembuatan Nugget dengan bahan dasar Ikan, lalu pengolahan dari Kerupuk Ikan, Pembuatan Bakso dengan bahan dasar Ikan dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Cara Pembudidayaan Rumput laut 

Jika kalian ingin mencoba atau tertarik dengan adanya bisnis Rumput laut ini, maka ada baiknya kalian untuk mencoba dalam membudidayakan. Seperti apa sih cara dalam membudidayakannya ? kurang lebihnya seperti : 

1.1 Pemilihan Lokasi dari Budidayanya 

Dalam hal ini ada beberapa hal yang memang mesti sekali kalian perhatikan nantinya di dalam memilih sebagian lokasi pembudidayaan rumput laut itu sendiri. Contohnya sebagai berikut : 

  • Minimal memiliki perairan yang cukup tenang, dengan kedalaman tidak bisa kurang dari tinggi 70 cm saat surut rendah dan tidak akan lebih dari 200 cm saat pasang tiba. 
  • Lokasi sudah pasti terlindungi dari ombak dan juga angin yang kencang dengan memiliki ketersediaan rumput yang alami. 
  • Lokasi yang dimiliki harus benar-benar didukung oleh dasar perairan yang bersifat substrat atau berlumpur yang sedikit berpasir juga boleh. Perairannya juga harus subur sebisa mungkin. 

1.2 Melakukan Uji Penanaman 

Jika lokasi yang ada sudah ditemukan, maka saat ini kalian bisa melakukan uji penanaman lebih dahulu.  Langkah yang bisa diambil wajib dengan menguji adanya potensi daerah terpilih agar nantinya kalian tidak akan mengalami yang namanya kerugian di masa depan. Dan jika nantinya menguji lokasi penanaman ini, harus dilakukan dengan metode jaring dan juga tali. Nah untuk tali yang digunakan harus Monofilamen dan sudah dikaitkan dengan 2 tiang pancang pada jarak kurang lebihnya 10 hingga 12 meter. Jangan lupa, kalian bisa memilih jenis Monofilament dengan ukuran 5×2,5 m saja yang nantinya bisa kalian kaitkan langsung pada tiang pancang yang ada. 

1.3 Pemilihan Metode Budidaya Rumput Laut

Jangan salah, dalam membudidayakan rumput laut juga masih dibagi lagi ke dalam beberapa spesifikasi dasar seperti : Membudidayakan dengan Metode Dasar ( berarti bibit yang dimiliki harus terikat yang nantinya akan ditebar ke dasar perairan ), pada Metode  Apung ( yang dimana kalian melakukannya dengan membutuhkan pelampung dalam mengeksekusi Metode ini. Dan model tali yang dipergunakan juga bisa Tunggal Apung atau menggunakan Jaring Apung ), pada Metode Lepas Dasar ( yang berarti dilakukannya dengan meningkatkan benih pada rentengan tali nilon ). 

1.4 Memilih dan Ikut Mengumpulkan Bibit 

Bibit yang ada langsung dikumpulkan dari para pembibitnya. Metode ini bisa kalian lakukan dengan cara Penyebaran secara Spontan dan nantinya bisa kalian keringkan di bawah sinar matahari. Atau kalian juga bisa dengan cara bibit direndam di dalam air laut yang memiliki konsentrasi Ph 1,030 g dalam kurun waktu 25 menit saja. Adapun ciri-ciri bibit rumput laut yang dikatakan unggul : 

  • Tidak akan mengelupas dan warnanya akan jauh lebih cerah. 
  • Tidak akan memiliki bercak sama sekali di bagian batang.
  • Cirinya rimbun dan memiliki banyak sekali cabang.
  • Dikumpulkannya secara langsung dari lokasi perairan dan sudah berumur kisaran 25 sampai dengan 35 hari. 

1.5 Cara Menanam Bibit Rumput Laut 

Setelah adanya pengangkutan bibit dari habitat aslinya, maka rumput laut ini harus direndam lebih dulu. Kebanyakan si memakai Kotak Styrofoam untuk bisa mengangkat bibit tersebut. Disini kalian bisa menyusun bibit rumput laut secara berlapis dengan selang antara pangkal tallus dan juga ujung tallusnya. Sebisa mungkin hindari juga Rumput Laut ini dari air hujan. Cara menanamnya : 

  • Menyiapkan tali yang bertujuan untuk bisa menggantung bibit dan ikat saja bibit ini pada tali yang menggantung itu. 
  • Jangan lupa untuk kalian panjangkan saja tali yang berisikan ikatan rumput lalu, diposisikan sekitar 30 cm dari dasar perairan yang ada. 
  • Jarak yang dikatakan ideal sekali untuk bisa merenggangkan tali ini sekitar 20 hingga 30 cm saja. 

Sisanya, kalian hanya perlu merawat rumput laut tersebut sesuai panduan yang ada. Minimal sekali selalu melakukan pemeriksaan rumput laut dari adanya gangguan penyakit. Hingga akhirnya, nanti kalian bisa memanen rumput laut ini di hari ke 25 hingga 35. Selamat mencoba bisnis-bisnis tersebut.